Sejumlah perusahaan pembiayaan akan melakukan penjadwalan ulang (rescheduling) cicilan nasabah di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menyusul banjir yang menerjang pada Desember 2007.
Direktur Keuangan PT Nusa Surya Ciptadana (NSC) Finance Irawan Kanadi mengatakan perusahaan tersebut akan melakukan rescheduling cicilan nasabah akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Solo. Dia mengatakan kelonggaran batasan waktu itu adalah satu bulan hingga dua bulan.
”Secara umum kami akan melakukan penjadwalan ulang, kepada nasabah yang terkena banjir. Misalnya Solo, yang terkena luapan sungai Bengawan Solo,” ujar Irawan saat dihubungi Bisnis di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, sejumlah nasabah sudah meminta untuk penjadwalan ulang tersebut ke perusahaan itu. Namun, Irawan mengakui volume nasabah di wilayah yang terkena banjir relatif kecil, yaitu di bawah 1%.
Karena relatif kecil, Irawan memaparkan, jumlah nasabah yang meminta penjadwalan ulang itu tidak memengaruhi bisnis perusahaan secara signifikan. Khusus tahun ini, NSC Finance yang berdiri pada 2000 itu akan menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1,8 triliun.
Nurrokhman, General Manager PT Federal International Finance (FIF), mengatakan rescheduling merupakan hal yang biasa dilakukan perusahaan tersebut karena bencana alam yang terjadi sebelumnya.
Khusus banjir kali ini, lanjutnya, FIF akan memberikan penjadwalan ulang kepada nasabah yang terkena banjir di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kelonggaran tersebut, sangat tergantung dengan kondisi masing-masing nasabah.
”Kami juga memberikan bantuan kepada nasabah, tidak hanya masalah penundaan dan pelonggaran pembayaran saja. Rescheduling merupakan hal yang pasti kami lakukan karena adanya siklus tahunan terjadi bencana,” kata Nurrokhman.
FIF merupakan perusahaan pembiayaan yang memfokuskan bisnisnya pada kepemilikan sepeda motor khusus Honda. Penyaluran pinjaman pada tahun ini diperkirakan mencapai lebih Rp11 triliun.
Sejak akhir Desember 2007, sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur diterjang banjir akibat tingginya curah hujan. Khusus Jawa Tengah, wilayah yang dilanda bencana tersebut adalah Solo, Sragen, Purwodadi, Sukoharjo, Pemalang, dan Pekalongan. Sementara untuk Jawa Timur adalah a.l. Bojonegoro, Tuban dan Ponorogo.
Berdasarkan data statistik Bank Indonesia, pembiayaan konsumen hingga Oktober 2007 mencapai Rp66,56 triliun dari total penyaluran seluruh komponen pembiayaan Rp104,51 triliun.
(Bisnis Indonesia - Anugerah Perkasa)