FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE

Public Source Public Source

[ Kamis, 7 Agustus 2008 ]
Laba multifinance diprediksi anjlok 31%

Industri multifinance diperkirakan hanya mampu mencetak laba tahun ini sebesar Rp3 triliun atau turun sekitar 31,81% dibandingkan dengan profit 2007, karena tekanan beban usaha yang terpicu kenaikan suku bunga.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Dennis Firmansjah mengatakan tren perolehan laba cukup baik meski terkendala banyak hal. Per April, industri mampu mencetak total laba sebesar Rp1,7 triliun.

Dennis menyebutkan inflasi yang cukup tinggi berpotensi membuat pembukuan multifinance dapat dipenuhi beban penyisihan untuk piutang yang berstatus ragu-ragu hingga macet.

Dia menjelaskan inflasi yang juga dipicu oleh kenaikan BI Rate sebagai acuan suku bunga membuat multifinance sulit mencapai target laba 2008. Tahun ini, industri pembiayaan mengincar laba Rp3 triliun, terkoreksi dari hasil 2007 sebesar Rp4,4 triliun.

”[Kenaikan] BI Rate paling tidak jangan sampai melebihi 9%-9,5%. Kalau lebih, bunga yang harus ditanggung multifinance cukup berat,” katanya kepada Bisnis di Jakarta, pekan ini.

Menurut dia, kenaikan suku bunga pinjaman akan memberatkan nasabah sekaligus memicu munculnya pembiayaan bermasalah yang akan merangkak naik. Sebagai perbandingan pembiayaan macet multifinance hingga April 2008 sebesar Rp2,13 triliun nyaris mencapai posisi 2007 sebesar Rp2,21 triliun.

Berdasarkan data Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK pergerakan angka pembiayaan macet multifinance dalam tiga tahun terakhir pada kisaran 1,5%-3% yakni tahun lalu 2,05%, sebelumnya 2,9% dan pada 2005 hanya 1,9%.

Selain itu, terdapat pembiayaan yang statusnya diragukan Rp97 miliar akibat keterlambatan pembayaran cicilan oleh nasabah.

”Pembiayaan bermasalah pada akhir tahun ada kemungkinan naik sekitar 1%. Tetapi secara individu, mereka tidak terlalu terasa dampak kenaikannya,” ujar Dennis.

Signifikan

Berdasarkan publikasi laporan keuangan, sejumlah pemain besar multifinance masih mampu membukukan laba positif per Juni 2008 dengan total Rp1,43 triliun, meskipun aset dan pendapatan menurun.

PT Federal International Finance (FIF), misalnya, membukukan laba sebesar Rp305,81 miliar atau naik 69,40% meskipun aset berkurang dari Rp9,3 triliun menjadi Rp8,9 triliun.

Aset Astra Sedaya Finance juga berkurang Rp9,28 miliar menjadi Rp7,98 triliun dan juga merosotnya laba dari Rp833,11 miliar menjadi Rp775,65 miliar, tetapi mampu mencetak kenaikan laba 23,26% jadi Rp185,94 miliar.

WOM Finance mengukir kenaikan laba 144% dari Rp9 miliar menjadi Rp22 miliar karena ada kontribusi dari pos pendapatan lain-lain. Tahun lalu, provisi WOM Finance yang membengkak membebani BII sebagai induk perusahaan.
(Bisnis Indonesia - Jumat, 01 08 2008)